Kau, Mentari
Cahaya sucimu menembus cahaya
surga
Indah hamparan mahkotamu mewarnai
bumi
Kekokohan palung jiwa,
menyirnakan kenistaan hati
Beribu ranjau, takkan
menggoyahkan kalbu
Dalam naunganmu, jutaan sinar
mengisi kawah nan sunyi
Pundi-pundi emas mengalir bak
alunan suci
Menguatkan padi di tengah lautan
tani
Binasakan kegelapan walau
sebatang lidi
Sungguh, sebutir cahayamu
bagaikan terang pijar angkasa
Bahkan, lebih membahana terikat
dalam kail batin
Takkan terbesit setitik lubang
ingin ditutupi
Hanya asaku jadi harap senyum
tulusmu.
-Sebersit goresan
untuk wanita mulia, IBU-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar