Minggu, 27 Januari 2013

Kau, Mentari


Kau, Mentari

Cahaya sucimu menembus cahaya surga
Indah hamparan mahkotamu mewarnai bumi
Kekokohan palung jiwa, menyirnakan kenistaan hati
Beribu ranjau, takkan menggoyahkan kalbu

Dalam naunganmu, jutaan sinar mengisi kawah nan sunyi
Pundi-pundi emas mengalir bak alunan suci
Menguatkan padi di tengah lautan tani
Binasakan kegelapan walau sebatang lidi

Sungguh, sebutir cahayamu bagaikan terang pijar angkasa
Bahkan, lebih membahana terikat dalam kail batin
Takkan terbesit setitik lubang ingin ditutupi
Hanya asaku jadi harap senyum tulusmu.

-Sebersit goresan untuk wanita mulia, IBU-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar